Bahasa

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

18 Maret 2013

Siklus Akuntansi

Alur Dalam Laporan Keuangan.

Untuk membuat suatu laporan keuangan diperlukan suatu siklus atau alur. Agar suatu siklus atau alur dapat berjalan dengan baik diperlukan bagian/alat dari siklus itu sendiri yang mempunyai fungsi yang berbeda. (Contoh: Siklus Pernafasan: hidung, faring, trakea, paru-paru, memiliki fungsi yang berbeda dalam satu siklus).

Siklus akuntansi sendiri adalah urutan-urutan atau tahapan-tahapan dari suatu kegiatan ekonomi dari mulai terjadinya transaksi sampai penyusunan laporan keuangan itu sendiri.

Berikut bagan siklus akuntansi:
Pembuatan laporan keuangan harus merunut/sesuai dengan siklus tersebut. Sekalipun ada beberapa akuntan yang menyatakan bahwa urutan siklus transaksi diatas ada yang harus dilakukan dan ada yang bisa di lewatkan. Hal ini terjadi karena inti dari pembuatan laporan keuangan adalah menghasilkan laporan keuangan yang cepat dan tepat. Namun menurut saya apabila satu tahapan saja dilewati, akan menyebabkan laporan keuangan menyimpang dari prosedur yang seharusnya. Contoh: Anda tidak akan dapat menjurnal apabila tidak ada bukti-bukti transaksi, dan bukti-bukti transaksi tidak akan ada apabila tidak terjadi transaksi.

Penjelasan dari bagan diatas sebagai berikut:

1. Transaksi.

Kesepakatan antara pihak penjual dan pembeli ataupun pihak ketiga untuk melakukan suatu kegiatan ekonomi.

2. Bukti-bukti transaksi.

Berupa dokumen fisik yang menyatakan bahwa telah terjadi transaksi antara kedua belah pihak. Contohnya: Kwitansi, Purchase Request (PR), Purchase Order (PO), Invoice, Sales Order, BAST, Delivery Note, dll.

3. Buku pembantu.

Berfungsi untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan, dan mengurangi kesalahan-kesalahan dalam buku besar utama (dilakukan cross check antara buku pembantu dan buku besar). Contoh : buku pembantu piutang, buku pembantu persediaan, buku pembantu kas, dll. Selain itu buku pembantu berfungsi juga sebagai informasi untuk mengetahui jumlah macam-macam elemen.

4. Jurnal.

Adalah semua transaksi keuangan suatu badan usaha atau organisasi yang dicatat secara kronologis dan bertujuan untuk pendataan, termasuk di dalamnya jumlah transaksi, nama-nama transaksi baik memengaruhi atau dipengaruhi, dan waktu transaksi berjalan. (id.wikipedia.org).

5. Buku besar.


Berfungsi menampung ringkasan data yang sudah dikelompokkan atau yang di klasifikasikan yang berasal dari penjurnalan.


6. Neraca saldo.


Daftar seluruh rekening-rekening (akun) buku besar dengan saldo debit atau kredit. Disusun jika semua jurnal sudah dibukukan ke dalam masing-masing rekening nya  Digunakan juga untuk mengecek keseimbangan debit dan kredit dari seluruh rekening buku besar.


7. Ayat jurnal penyesuaian.


Dibuat untuk menyesuaikan saldo-saldo perkiraan rekening yang ada di neraca saldo dalam suatu perusahaan agar perkiraan tersebut dapat menunjukkan saldo rekening yang sebenarnya. Penyesuaian ini timbul karena digunakan nya dasar waktu (accrual basis).


8. Neraca saldo setelah penyesuaian.


Daftar seluruh rekening-rekening pada periode tertentu yang yang ada di buku besar setelah adanya pembaharuan karena adanya jurnal penyesuaian. Biasanya NS Setelah Penyesuaian adalah neraca saldo yang sudah sesuai dengan PABU (Prinsip Akuntansi Berterima Umum). Berdasar ini pula maka perusahaan siap untuk membuat laporan keuangan.


9. Neraca.


Dapat disusun dengan 2 (dua) bentuk, yaitu bentuk T dan bentuk laporan. Neraca sendiri adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada periode tertentu.


Persamaan Neraca yaitu:       Aktiva = Hutang + Modal


10. Laporan laba/rugi.


Suatu laporan yang menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu. Selisih antara pendapatan-pendapatan dan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita oleh perusahaan.


11. Laporan perubahan modal.


Disusun untuk menunjukkan sebab-sebab perubahan modal di suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu.


12. Laporan arus kas.


Bertujuan untuk menyajikan informasi relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode. . Arus kas dari suatu perusahaan timbul dari 3 (aktivitas), yaitu : aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.


13. CALK (Catatan Atas laporan Keuangan).


Adalah catatan tambahan dan informasi yang ditambahkan ke akhir laporan keuangan untuk memberikan tambahan informasi kepada pengguna informasi keuangan dengan informasi lebih lanjut. Catatan atas Laporan Keuangan membantu menjelaskan perhitungan item-item tertentu dalam laporan keuangan serta memberikan penilaian yang lebih komprehensif dari kondisi keuangan perusahaan. (id.wikipedia.com).


"Diolah dari berbagai sumber".


                

                                                             






12 Maret 2013

Deskripsi Akuntansi

PENGERTIAN AKUNTANSI

Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan oleh pihak yang membutuhkannya.

Fungsi akuntansi adalah menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam menetapkan pilihan-pilihan yang logis diantara berbagai tindakan alternatif.


Agar fungsi akuntansi dapat tercapai perlu disusun prinsip akuntansi. Landasan prinsip akuntansi adalah asumsi-asumsi dan konsep-konsep dasar. Hal tersebut dapat dilihat dalam bagan berikut ini : 
Penjelasan dari bagan tersebut untuk tujuan laporan keuangan, asumsi dasar, konsep dasar, dan standar akuntansi serta metode & prosedur adalah sebagai berikut:

Tujuan Laporan Keuangan:
Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. (IAI, 1994).

Asumsi-asumsi dasar:
Kesatuan Usaha Khusus, Kontinuitas Usaha, Unit Moneter(mata uang dari negara mana perusahaan itu berdiri), dan Periode Waktu.

Konsep dasar:
Prinsip Biaya historis, Prinsip Pengakuan Pendapatan, Prinsip Mempertemukan.

Standar akuntansi:

Suatu kerangka dalam prosedur pembuatan laporan keuangan agar terjadi keseragaman dalam penyajian laporan keuangan. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) merupakan hasil perumusan Komite Prinsipil Akuntansi Indonesia pada tahun 1994 menggantikan Prinsip Akuntansi Indonesia tahun 1984.  SAK di Indonesia menrupakan terapan dari beberapa standard akuntansi yang ada seperti, IAS,IFRS,ETAP,GAAP. Selain itu ada juga PSAK syariah dan juga SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan).

Metode dan prosedur:
Metode dan prosedur dalam pencatatan laporan keuangan merupakan bagian sistem akuntansi. Untuk metode sendiri menggunakan 2 (dua) cara yaitu Cash Basis dan Accrual Basis. Cash basis umum digunakan dalam Akuntansi Pemerintahan, sementara untuk Perusahaan lebih banyak menggunakan Accrual basis. Perbedaan antara Cash basis dan Accrual basis ada dalam pengakuan pendapatan dan pengakuan biaya. Untuk pengakuan pendapatan metode cash basis, pendapatan dicatat pada saat penerimaan kas. Sedangkan accrual basis, pendapatan dicatat apabila adanya transaksi aktual terjadi, dalam artian tidak harus berbentuk kas tunai.

Sementara untuk pengakuan biaya, metode cash basis terjadi pada saat sudah dilakukannya pembayaran secara kas. Dengan kata lain, pada saat sudah diterima pembayaran maka biaya dicatat pada saat itu juga. Sedangkan untuk accrual basis mencatat biaya pada saat transaksi terjadi, bahkan jika belum adanya pembayaran atas transaksi tersebut.

Prosedur pencatatan laporan keuangan biasanya berupa bukti fisik/asli dari suatu transaksi. Semisal untuk pembelian barang, bukti yang diperlukan adalah Purchase Request(PR), Purchase Order (PO), Invoice, BAST(Berita Acara Serah Terima), dll. Bukti-bukti tersebut harus ada dan lengkap, apabila salah satu bukti tersebut tidak ada/tidak dibuat, maka akan berpengaruh terhadap CALK sebagai temuan audit. Dan auditor akan mencatatnya karena tidak sesuai prosedur.

"Diolah dari berbagai sumber".