Bahasa

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

12 Maret 2013

Deskripsi Akuntansi

PENGERTIAN AKUNTANSI

Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan oleh pihak yang membutuhkannya.

Fungsi akuntansi adalah menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam menetapkan pilihan-pilihan yang logis diantara berbagai tindakan alternatif.


Agar fungsi akuntansi dapat tercapai perlu disusun prinsip akuntansi. Landasan prinsip akuntansi adalah asumsi-asumsi dan konsep-konsep dasar. Hal tersebut dapat dilihat dalam bagan berikut ini : 
Penjelasan dari bagan tersebut untuk tujuan laporan keuangan, asumsi dasar, konsep dasar, dan standar akuntansi serta metode & prosedur adalah sebagai berikut:

Tujuan Laporan Keuangan:
Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. (IAI, 1994).

Asumsi-asumsi dasar:
Kesatuan Usaha Khusus, Kontinuitas Usaha, Unit Moneter(mata uang dari negara mana perusahaan itu berdiri), dan Periode Waktu.

Konsep dasar:
Prinsip Biaya historis, Prinsip Pengakuan Pendapatan, Prinsip Mempertemukan.

Standar akuntansi:

Suatu kerangka dalam prosedur pembuatan laporan keuangan agar terjadi keseragaman dalam penyajian laporan keuangan. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) merupakan hasil perumusan Komite Prinsipil Akuntansi Indonesia pada tahun 1994 menggantikan Prinsip Akuntansi Indonesia tahun 1984.  SAK di Indonesia menrupakan terapan dari beberapa standard akuntansi yang ada seperti, IAS,IFRS,ETAP,GAAP. Selain itu ada juga PSAK syariah dan juga SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan).

Metode dan prosedur:
Metode dan prosedur dalam pencatatan laporan keuangan merupakan bagian sistem akuntansi. Untuk metode sendiri menggunakan 2 (dua) cara yaitu Cash Basis dan Accrual Basis. Cash basis umum digunakan dalam Akuntansi Pemerintahan, sementara untuk Perusahaan lebih banyak menggunakan Accrual basis. Perbedaan antara Cash basis dan Accrual basis ada dalam pengakuan pendapatan dan pengakuan biaya. Untuk pengakuan pendapatan metode cash basis, pendapatan dicatat pada saat penerimaan kas. Sedangkan accrual basis, pendapatan dicatat apabila adanya transaksi aktual terjadi, dalam artian tidak harus berbentuk kas tunai.

Sementara untuk pengakuan biaya, metode cash basis terjadi pada saat sudah dilakukannya pembayaran secara kas. Dengan kata lain, pada saat sudah diterima pembayaran maka biaya dicatat pada saat itu juga. Sedangkan untuk accrual basis mencatat biaya pada saat transaksi terjadi, bahkan jika belum adanya pembayaran atas transaksi tersebut.

Prosedur pencatatan laporan keuangan biasanya berupa bukti fisik/asli dari suatu transaksi. Semisal untuk pembelian barang, bukti yang diperlukan adalah Purchase Request(PR), Purchase Order (PO), Invoice, BAST(Berita Acara Serah Terima), dll. Bukti-bukti tersebut harus ada dan lengkap, apabila salah satu bukti tersebut tidak ada/tidak dibuat, maka akan berpengaruh terhadap CALK sebagai temuan audit. Dan auditor akan mencatatnya karena tidak sesuai prosedur.

"Diolah dari berbagai sumber".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar