Alur Dalam Laporan Keuangan.
Untuk membuat suatu laporan keuangan diperlukan suatu siklus atau alur. Agar suatu siklus atau alur dapat berjalan dengan baik diperlukan bagian/alat dari siklus itu sendiri yang mempunyai fungsi yang berbeda. (Contoh: Siklus Pernafasan: hidung, faring, trakea, paru-paru, memiliki fungsi yang berbeda dalam satu siklus).
Siklus akuntansi sendiri adalah urutan-urutan atau tahapan-tahapan dari suatu kegiatan ekonomi dari mulai terjadinya transaksi sampai penyusunan laporan keuangan itu sendiri.
Berikut bagan siklus akuntansi:
Pembuatan laporan keuangan harus merunut/sesuai dengan siklus tersebut. Sekalipun ada beberapa akuntan yang menyatakan bahwa urutan siklus transaksi diatas ada yang harus dilakukan dan ada yang bisa di lewatkan. Hal ini terjadi karena inti dari pembuatan laporan keuangan adalah menghasilkan laporan keuangan yang cepat dan tepat. Namun menurut saya apabila satu tahapan saja dilewati, akan menyebabkan laporan keuangan menyimpang dari prosedur yang seharusnya. Contoh: Anda tidak akan dapat menjurnal apabila tidak ada bukti-bukti transaksi, dan bukti-bukti transaksi tidak akan ada apabila tidak terjadi transaksi.
Penjelasan dari bagan diatas sebagai berikut:
1. Transaksi.
Kesepakatan antara pihak penjual dan pembeli ataupun pihak ketiga untuk melakukan suatu kegiatan ekonomi.
2. Bukti-bukti transaksi.
Berupa dokumen fisik yang menyatakan bahwa telah terjadi transaksi antara kedua belah pihak. Contohnya: Kwitansi, Purchase Request (PR), Purchase Order (PO), Invoice, Sales Order, BAST, Delivery Note, dll.
3. Buku pembantu.
Berfungsi untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan, dan mengurangi kesalahan-kesalahan dalam buku besar utama (dilakukan cross check antara buku pembantu dan buku besar). Contoh : buku pembantu piutang, buku pembantu persediaan, buku pembantu kas, dll. Selain itu buku pembantu berfungsi juga sebagai informasi untuk mengetahui jumlah macam-macam elemen.
4. Jurnal.
Adalah semua transaksi keuangan suatu badan usaha atau organisasi yang dicatat secara kronologis dan bertujuan untuk pendataan, termasuk di dalamnya jumlah transaksi, nama-nama transaksi baik memengaruhi atau dipengaruhi, dan waktu transaksi berjalan. (id.wikipedia.org).
5. Buku besar.
Berfungsi menampung ringkasan data yang sudah dikelompokkan atau yang di klasifikasikan yang berasal dari penjurnalan.
6. Neraca saldo.
Daftar seluruh rekening-rekening (akun) buku besar dengan saldo debit atau kredit. Disusun jika semua jurnal sudah dibukukan ke dalam masing-masing rekening nya Digunakan juga untuk mengecek keseimbangan debit dan kredit dari seluruh rekening buku besar.
7. Ayat jurnal penyesuaian.
Dibuat untuk menyesuaikan saldo-saldo perkiraan rekening yang ada di neraca saldo dalam suatu perusahaan agar perkiraan tersebut dapat menunjukkan saldo rekening yang sebenarnya. Penyesuaian ini timbul karena digunakan nya dasar waktu (accrual basis).
8. Neraca saldo setelah penyesuaian.
Daftar seluruh rekening-rekening pada periode tertentu yang yang ada di buku besar setelah adanya pembaharuan karena adanya jurnal penyesuaian. Biasanya NS Setelah Penyesuaian adalah neraca saldo yang sudah sesuai dengan PABU (Prinsip Akuntansi Berterima Umum). Berdasar ini pula maka perusahaan siap untuk membuat laporan keuangan.
9. Neraca.
Dapat disusun dengan 2 (dua) bentuk, yaitu bentuk T dan bentuk laporan. Neraca sendiri adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada periode tertentu.
Persamaan Neraca yaitu: Aktiva = Hutang + Modal
10. Laporan laba/rugi.
Suatu laporan yang menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu. Selisih antara pendapatan-pendapatan dan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita oleh perusahaan.
11. Laporan perubahan modal.
Disusun untuk menunjukkan sebab-sebab perubahan modal di suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu.
12. Laporan arus kas.
Bertujuan untuk menyajikan informasi relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode. . Arus kas dari suatu perusahaan timbul dari 3 (aktivitas), yaitu : aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.
13. CALK (Catatan Atas laporan Keuangan).
Adalah catatan tambahan dan informasi yang ditambahkan ke akhir laporan keuangan untuk memberikan tambahan informasi kepada pengguna informasi keuangan dengan informasi lebih lanjut. Catatan atas Laporan Keuangan membantu menjelaskan perhitungan item-item tertentu dalam laporan keuangan serta memberikan penilaian yang lebih komprehensif dari kondisi keuangan perusahaan. (id.wikipedia.com).
"Diolah dari berbagai sumber".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar